OFFRE D'UNE DURÉE LIMITÉE | Obtenez 3 mois à 0.99 $ par mois

14.95 $/mois par la suite. Des conditions s'appliquent.
Page de couverture de A Rainy Market Rendezvous: Capturing More Than Just Moments

A Rainy Market Rendezvous: Capturing More Than Just Moments

A Rainy Market Rendezvous: Capturing More Than Just Moments

Écouter gratuitement

Voir les détails du balado

À propos de cet audio

Fluent Fiction - Indonesian: A Rainy Market Rendezvous: Capturing More Than Just Moments Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:fluentfiction.com/id/episode/2026-01-16-23-34-01-id Story Transcript:Id: Hujan turun perlahan di Pasar Makanan Jakarta.En: The rain fell gently at the Pasar Makanan Jakarta.Id: Udara basah dan hangat, aroma rempah-rempah dan makanan goreng memenuhi suasana.En: The air was wet and warm, filled with the aroma of spices and fried food.Id: Budi berjalan pelan, kamera menggantung di lehernya.En: Budi walked slowly, a camera hanging from his neck.Id: Ia mencari momen-momen jujur di tengah keramaian pasar.En: He was searching for candid moments amidst the hustle and bustle of the market.Id: Namun, kali ini, ia merasa sedikit kosong.En: However, this time, he felt a bit empty.Id: Kamera yang biasanya menjadi temannya, kini terasa berat.En: The camera, which was usually his friend, now felt heavy.Id: Di sudut lain pasar, Ayu berkeliling.En: In another corner of the market, Ayu wandered around.Id: Mata Ayu berbinar melihat ragam bahan makanan yang segar dan beraneka jenis.En: Ayu's eyes sparkled as she saw the variety of fresh and diverse ingredients.Id: Setelah bertahun-tahun di luar negeri, ia rindu makanan asli Indonesia.En: After years abroad, she missed authentic Indonesian food.Id: Ia memikirkan restoran yang ingin ia bangun, dan bagaimana menggabungkan cita rasa lokal dengan teknik-teknik baru yang ia pelajari.En: She thought about the restaurant she wanted to open, and how to combine local flavors with the new techniques she had learned.Id: Langit semakin gelap, hujan deras mulai turun.En: The sky grew darker, and heavy rain began to pour.Id: Budi memutuskan untuk meneduh di bawah tenda salah satu penjual.En: Budi decided to seek shelter under a vendor's tent.Id: Ia merapatkan jaketnya, mencoba menghalau dingin yang merayap.En: He pulled his jacket tight, trying to fend off the creeping cold.Id: Di sampingnya, Ayu juga menepi, mencoba melindungi buku catatan yang ia bawa dari basah.En: Next to him, Ayu also took cover, trying to protect the notebook she brought from getting wet.Id: Mereka saling pandang, tersenyum sopan.En: They looked at each other and exchanged polite smiles.Id: "Hai, sudah lama di sini?En: "Hi, have you been here long?"Id: " tanya Budi, berusaha memecah keheningan.En: asked Budi, trying to break the silence.Id: Suaranya hampir tenggelam oleh suara hujan yang deras.En: His voice was almost drowned out by the sound of the heavy rain.Id: "Baru sebentar, mencari bahan untuk eksperimen masakan," jawab Ayu, tersenyum ramah.En: "Just for a while, looking for ingredients for cooking experiments," replied Ayu, smiling kindly.Id: Percakapan kecil dan canggung itu segera berubah menjadi obrolan hangat.En: That small and awkward conversation quickly turned into a warm chat.Id: Budi pun menurunkan kameranya dan fokus pada Ayu.En: Budi lowered his camera and focused on Ayu.Id: Ia terpikat oleh semangat dan cerita Ayu tentang kuliner.En: He was captivated by Ayu's passion and stories about culinary adventures.Id: Ayu berbagi tentang impiannya, bagaimana ia ingin menghidangkan cita rasa autentik dengan sedikit sentuhan modern.En: Ayu shared her dreams of serving authentic flavors with a slight modern touch.Id: Saat mendengarkan, hati Budi mulai terbuka.En: As he listened, Budi's heart began to open.Id: Ayu mengingatkan Budi akan hal-hal yang dirindukannya tentang Jakarta: kebersamaan, makanan yang membawa kenangan, dan senyum tulus penduduknya.En: Ayu reminded Budi of the things he missed about Jakarta: the togetherness, the food that brought back memories, and the genuine smiles of its people.Id: Budi menyadari bahwa ia terlalu sering berlindung di balik kamera, dan hampir melupakan keindahan interaksi manusia.En: Budi realized that he had been hiding behind the camera too often and almost forgot the beauty of human interaction.Id: Tiba-tiba, petir menyambar, hujan semakin deras.En: Suddenly, lightning struck, and the rain got even heavier.Id: Mereka tertawa, berbagi jaket untuk berlindung, menikmati kebersamaan yang hangat.En: They laughed, sharing the jacket to keep warm, and enjoyed the cozy togetherness.Id: Untuk pertama kalinya, Budi menikmati momen tanpa memikirkan sudut terbaik untuk dijepret.En: For the first time, Budi was enjoying the moment without worrying about the perfect angle for a shot.Id: Ia merasa terhubung dengan Ayu, dan dengan kota yang sangat ia cintai.En: He felt connected to Ayu and to the city he dearly loved.Id: “Aku ingin mengambil fotomu,” kata Budi, lalu mengangkat kameranya dengan senyum.En: "I want to take your picture," said Budi, then lifted his camera with a smile.Id: Ayu menatapnya, tertawa lepas.En: Ayu looked at him, laughing out loud.Id: Budi menekan tombol, mengabadikan momen itu—lebih dari sekadar gambar, namun juga kenangan pertemanan, atau mungkin sesuatu yang lebih.En: Budi pressed the button, capturing...
Pas encore de commentaire